info@theradenpatah.com
Jl. Letjen Suprapto No.48 Semarang

Menu

About

Tentang · Kota Lama, Semarang

The Raden Patah Heritage

Hotel bersejarah peninggalan kolonial di jantung Kota Lama.

Est.1899 Terdokumentasi sejak 1892

Cagar Budaya Kota Semarang

Berdasarkan peta Kaart van de Hoofdplaats Semarang en Omstreken, keberadaan bangunan ini telah tercatat sejak 1892. Setelah melintasi berbagai zaman, gedung tersebut tetap berdiri sebagai salah satu bangunan cagar budaya peninggalan kolonial di Kota Semarang.

Garis Waktu

Jejak sejarah bangunan

  1. 1892
    Peta Kaart van de Hoofdplaats Semarang en Omstreken tahun 1892
    Kaart van de Hoofdplaats Semarang en Omstreken · 1892

    Tercatat dalam peta

    Bangunan ini tercatat dalam Kaart van de Hoofdplaats Semarang en Omstreken, peta resmi Hindia Belanda. Catatan tersebut menempatkannya di antara bangunan tertua yang keberadaannya terdokumentasi di kawasan ini.

  2. 1899–1900
    Suasana jalanan Kota Lama Semarang tempo dulu
    Suasana Kota Lama Semarang

    Berdiri di Kota Lama

    Menurut catatan Pemerintah Kota Semarang, bangunan ini diperkirakan didirikan pada rentang 1899–1900, ketika Kota Lama tumbuh sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial.

  3. 1928
    Foto udara Semarang tempo dulu
    Semarang dari udara · koleksi Tropenmuseum

    Saksi pergerakan

    Sebagai hotel yang kala itu dikenal dengan nama Hotel Centrum, gedung ini menjadi salah satu ruang pertemuan pada era Sumpah Pemuda, tempat para tokoh pergerakan berjumpa dan bertukar gagasan tentang kebangsaan.

  4. Pasca-1945
    Bangunan dan becak di Kota Lama dalam nuansa arsip
    Bangunan & becak · Kota Lama

    Bertahan melintasi zaman

    Bangunan ini melewati masa kemerdekaan dan berbagai perubahan zaman, tetapi tetap berdiri di sudut Kota Lama. Bersama kota, setiap sudutnya menyimpan lapisan kisah dari masa ke masa.

  5. Kini
    The Raden Patah Heritage hari ini
    The Raden Patah Heritage · hari ini

    Hotel dari masa ke masa

    Dahulu dikenal sebagai Hotel Centrum, hotel tersebut kini bernama The Raden Patah Heritage. Fungsinya tetap sama, sementara elemen arsitektur aslinya terus dipertahankan agar para tamu dapat merasakan sejarah bangunan selama menginap.

Pada tahun Sumpah Pemuda 1928, The Raden Patah Heritage pernah menjadi pusat kegiatan politik dan kebudayaan pada masa penjajahan Belanda. Banyak tokoh nasionalis Indonesia seperti Soekarno, Hatta, dan Ki Hadjar Dewantara pernah berkunjung ke Gedung Raden Patah dan mengadakan pertemuan.
SPBE Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Semarang
Halaman dalam saat senja: pergola bambu, meja payung, dan kolonade berlengkung berkolom Korintus

Arsitektur

Langgam Indies

Bangunan ini menampilkan gaya arsitektur Indies, perpaduan unsur Eropa dengan rancangan yang menyesuaikan iklim tropis Hindia Belanda. Gaya tersebut berakar kuat pada langgam Neo-Klasik, dengan keharmonisan, simetri, dan proporsi yang merujuk pada seni Yunani dan Romawi kuno.

Di Hindia Belanda, langgam tersebut kemudian diterapkan oleh pembangun setempat yang dikenal sebagai para anemer. Tidak seluruh unsur Neo-Klasik diterapkan secara utuh, terutama dalam hal proporsi, tetapi pengaruhnya tetap terlihat pada detail bangunan hingga hari ini.

  • GayaIndies
  • PengaruhNeo-Klasik
  • PrinsipHarmoni · Simetri · Proporsi
  • Ciri khasBeranda peneduh tropis

Lingkungan

Di sekitar Kota Lama

Sejak abad ke-18 hingga awal abad ke-20, Kota Lama Semarang menjadi pusat perdagangan dan pemerintahan kolonial. The Raden Patah Heritage berdiri tepat di tengah kawasan ini, dikelilingi bangunan era kolonial yang kini dikenal sebagai ikon wisata.

Dalam beberapa dekade terakhir, kawasan ini telah direvitalisasi sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya. Gereja tua, kedai kopi yang telah lama dikenal, dan Stasiun Tawang hanya berjarak beberapa langkah dari hotel. Kedekatan ini menghadirkan nostalgia perjalanan ala Eropa di jantung Semarang.

Ikon Kota Lama

Gereja Blenduk Gereja St. Yusuf (Gedangan) Stasiun Tawang Marabunta

Kuliner sekitar

Spiegel Bar & Bistro Tekodeko Koffiehuis Sate & Gule Kambing 29 Blenduk Laroka Sai Ramen Wingko Cap Kereta

Sumber: warakngendog.com/landmark/hotel-raden-patah

Menginap di cagar budaya

Bermalam di jantung Kota Lama.